Beranda / Daerah / Kemampuan Pahami Realita Turut Tentukan Arah Pembangunan

Kemampuan Pahami Realita Turut Tentukan Arah Pembangunan

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pada dasarnya, pembangunan adalah upaya menerjemahkan harapan menjadi kenyataan. Namun, pembangunan yang baik juga ditentukan oleh kemampuan memahami kenyataan secara jernih, serta kesediaan untuk membangun langkah bersama berdasarkan pemahaman tersebut.

Demikian dipaparkan Sekretaris daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti pada Selasa (09/06) di Hotel Harper Yogyakarta. Menjadi pembicara kunci dalam Talkshow dan Konsinyering Manajemen Data dan Praktik Tata Kelola Untuk Perlindungan Lahan Pertanian di Yogyakarta, Made mengatakan, pada akhirnya, pembangunan yang baik bukan hanya ditentukan oleh kejelasan cita-cita yang ingin dicapai.

“Di dalam rencana pembangunan terdapat berbagai cita-cita yang ingin diwujudkan. Namun kenyataan tidak selalu bergerak sesuai dengan harapan kita. Berbagai persoalan hadir dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi, hingga tujuan untuk mencapai masa depan yang lebih baik menjadi terkendala,” ungkapnya.

Made menuturkan, perubahan sosial, perkembangan ekonomi, tantangan lingkungan, maupun dinamika tata kelola, sering kali saling berkaitan dan tidak dapat dipahami secara parsial. Untuk itulah dibutuhkan data sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan rencana pembangunan.

“Dengan data kita bisa mengetahui lebih jauh kondisi riil. Dalam hal tata kelola perlindungan lahan pertanian, bagaimana kita ke depan mampu memiliki tata kelola pertanian yang berkelanjutan meski luasan lahan pertanian di DIY pun semakin berkurang dengan adanya alih fungsi lahan,” imbuhnya.

Made pun menjelaskan, investasi menjadi salah satu parameter pertumbuhan ekonomi. Namun dengan keterbatasan lahan di DIY, Pemda DIY juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi bersama akademisi. Melalui penelitian-penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, harapannya dapat menjadi masukan bagi kebijakan penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

“Di antara cita-cita yang ingin diwujudkan dan kenyataan yang harus dihadapi, penelitian membantu kita memahami. Melalui penelitian, kita diajak melihat persoalan secara lebih utuh, menguji berbagai asumsi, serta membaca perubahan dengan lebih jernih. Nilai penting penelitian bukan semata-mata pada kemampuannya memberikan jawaban, tetapi pada kemampuannya membantu kita mengajukan pertanyaan yang tepat terhadap persoalan yang sedang dihadapi,” jelasnya.

Menurut Made, forum diseminasi hasil penelitian dan stakeholder convening yang diadakan Fakultas Teknik UGM kali ini memiliki arti yang penting. Forum ini bukan hanya menjadi ruang untuk membagikan hasil penelitian, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki oleh para pemangku kepentingan.

“Saya berharap forum ini dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya. Lebih dari itu, saya berharap berbagai gagasan yang berkembang dalam forum ini dapat memperkaya pemahaman kita terhadap berbagai tantangan pembangunan,” imbuhnya.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Ali Awaludin mengatakan, forum diseminasi hasil penelitian ini menjadi upaya menyampaikan dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah diteliti dan disusun oleh tim peneliti kolaborasi UGM dengan BRIN, KemenATR, RMIT University dan Melbourne University, Australia. Penelitian terkait Manajemen Data dan Praktik Tata Kelola Untuk Perlindungan Lahan Pertanian ini dilakukan karena lahan pertanian yang semakin lama semakin berkurang.

“Sudah banyak terjadi perubahan fungsi lahan yang memang tidak bisa dihindari, baik untuk kebutuhan perumahan, maupun untuk infrastruktur seperti jalan tol dan sebagainya. Tentu hal ini menjadi wajar, namun dibutuhkan langkah strategis agar semua kebutuhan bisa tetap terpenuhi, sehingga dilakukanlah penelitian kolaborasi ini,” imbuhnya.

Ali berharap, hasil penelitian hibah Knowledge Partnership Indonesia-Australia (KONEKSI) ini menjadi modal strategis yang bisa memberi dampak yang kuat dalam pengambilan keputusan dan kebijakan penetapan kebijakan. “Jangan sampai hanya menjadi dokumen atau paper yang sebatas dibangga-banggakan,” katanya.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *