UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun 2026 Kodim 0734/Kota Yogyakarta resmi ditutup dengan upacara di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Program TMMD itu telah menyelesaikan sasaran kegiatan fisik seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi TMMD Sengkuyung yang telah menuntaskan sasaran program serta sebagai wujud sinergi dan gotong royong bersama.
Penutupan TMMD Sengkuyung tahap III 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Komandan Kodim Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam penutupan juga ditandatangani berita acara serah terima hasil TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2026 oleh Komandan Kodim Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono serta Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta Agus Arif Nugroho.
“Kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan penyelesaian seratus persen berbagai fasilitas fisik yang penting bagi masyarakat. Ada sarana dan prasarana penunjang pembangunan, peningkatan kualitas jalan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni,” kata Kolonel Inf Arif saat upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III.
Program TMMD tahun ini mengusung tema TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa. TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kota Yogyakarta dilaksanakan di Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta pada15 Juli sampai 13 Agustus 2026. Program TMMD yang dilaksanakan berupa kegiatan fisik rehabilitas RTLH 10 unit, rehab sekolah TK 1 unit dan pemasangan paving block panjang 58 meter, lebar 3 meter.
“Melalui pembangunan infrastruktur ini kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkecil kesenjangan sosial, dan mewujudkan pembangunan yang benar-benar merata,” paparnya.
Sedangkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan rekrutmen prajurit TNI dari Kodim 0734/Kota Yogyakarta, penyuluhan penyakit masyarakat, keamanan, dan ketertiban masyarakat dari Polresta Yogyakarta. Termasuk penyuluhan kesehatan masyarakat dan stunting dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta penyuluhan perencanaan dan kebijakan anggaran dari Komisi D Kota Yogyakarta.
“Saya berharap seluruh hasil yang telah dicapai tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya menitipakan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” tambah Kolonel Inf Arif.
Kegiatan TMMD Sengkuyung tahap III 2026 di Kota Yogyakarta total menggunakan anggaran mencapai sekitar Rp 524,8 juta. Rincian angaran itu dari APBD Kota Yogyakarta sekitar Rp 399,8 juta, Baznas Kota Yogyakarta Rp 50 juta dan APBD DIY Rp 75 juta. Personel yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD itu yakni anggota TNI, Polri, Pemkot Yogyakarta, dan masyarakat.
Sementara itu Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta Agus Arif Nugroho bersyukur dan mengapresiasi semua kegiatan baik fisik nonfisik TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2026 telah terealisasi. Tidak hanya rehabilitasi rumah, sekolah TK dan infrastruktur jalan tapi juga berbagai kegiatan penyuluhan dari sinergi dari Polresta, Pemkot Yogyakarta dan Kodim 0734 Kota Yogyakarta.
“TMMD ini adalah cerminan gotong royong. Seperti halnya yang kita biasa lakukan bedah rumah dan lain-lain. Bahwa kegiatan kalau kita bareng-bareng, insya Allah pasti menjadi hasilnya akan lebih baik,” tutur Agus usai upacara penutupan TMMD.
Salah satu penerima sasaran TMMD Sengkuyung Tahap III, Lucky Jaka Sampurna warga Ratmakan Ngupasan merasa terbantu dengan adanya perbaikan RTLH dari program TMMD. Dia mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0734 Yogyakarta, Pemkot Yogyakarta dan instansi terkait lainnya yang melaksanakan TMMD. Bagian atap rumahnya yang rusak telah diperbaiki tapi tidak meninggalkan model bangunan asli dari peninggalan keluarga berupa rumah adat limasan yang dibangun bergandengan.
“Yang istimewa rehab seperti aslinya rumah peninggalan leluhur kami. Sudah tiga generasi rumah ini. Ini atapnya rusak semua kemarin. Tapi dikembalikan seperti aslinya model cere gancet tidak mengubah kebudayaan keren dan bagus,” ucap Lucky.



