
Sleman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memacu transformasi digital di sektor pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah. Langkah konkret ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen Pelaksanaan Rencana Aksi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sekaligus peluncuran transaksi non-tunai QRIS parkir Pasar Godean dalam acara High Level Meeting & Capacity Building pada Selasa (2/6/2026), bertempat di Hotel The Rich, Mlati, Sleman.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo, Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Pariwisata dan Telekomunikasi Selaku Sekretariat Satgas TP2DD Puji Gunawan, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono, S.Sos., M.M., Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah PT. BPD DI Yogyakarta, Bapak R. Agus Trimurjiyanto, dan Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Abu bakar, dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman menegaskan bahwa penandatanganan rencana aksi ini merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan Pengelolaan Keuangan Daerah dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia berharap langkah ini tidak sekadar menjadikan agenda ini sebagai seremoni belaka, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang terintegrasi, mulai dari digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah, optimalisasi kanal pembayaran non tunai, hingga penguatan sistem monitoring dan evaluasi yang berbasis data.
“Komitmen ini harus menjadi langkah nyata yang diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh perangkat daerah, khususnya yang memiliki peran dalam pengelolaan pendapatan daerah,” ujar Danang.
Pada acara tersebut juga diluncurkan QRIS untuk sistem perparkiran di Pasar Godean. Menurut Danang langkah ini menjadi salah satu bukti nyata adaptasi pasar tradisional terhadap perkembangan zaman. Langkah ini diambil guna memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat sekaligus menjaga akuntabilitas sirkulasi keuangan daerah.
“Melalui penerapan QRIS, transaksi parkir menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Selain itu, sistem ini dapat meminimalisir potensi kebocoran pendapatan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ke depan, harapannya inovasi ini tidak hanya berhenti di Pasar Godean saja, tapi bisa diteruskan juga di pasar tradisional lainnya” jelasnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, mengapresiasi Pemkab Sleman atas komitmen dan konsistensinya dalam mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. Menurutnya digitalisasi bukan hanya adopsi teknologi pembayaran, akan tetapi transormasi tata kelola pemerintahan yang menuntut arah kebijakan yang jelas, koordinasi lintas sektor, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.
“TP2DD menjadi forum strategis yang memastikan elektonifikasi transaksi Pemda dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.” ujarnya.


