Home / Daerah / BPS Sleman Canangkan Desa Cantik di Kapanewon Tempel, Danang: Dukung Pembangunan di Sleman Berbasis Data

BPS Sleman Canangkan Desa Cantik di Kapanewon Tempel, Danang: Dukung Pembangunan di Sleman Berbasis Data

Sleman,REDAKSI17.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, pada Selasa (14/4/2026), di kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa beserta jajaran.

Pencanangan Desa Cantik 2026 di Kabupaten Sleman dilakukan terhadap tiga kalurahan di Kapanewon Tempel, yakni Kalurahan Margorejo, Pondokrejo, Sumberrejo. Pencanangan dilakukan secara simbolis dengan pemukulan gong, penandatanganan piagam, dan penyematan selempang kepada agen statistik masing-masing kalurahan.

Program yang telah dimulai sejak 2022 di Kabupaten Sleman ini juga telah mencanangkan sejumlah Desa Cantik di beberapa kalurahan, di antaranya Kalurahan Ambarketawang Gamping, Mergoagung Seyegan, Wukirsari Cangkringan, dan Mororejo Tempel.

Kepala BPS Sleman, Widhi Pranowo menyampaikan bahwa program Desa Cantik bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik. Selain itu juga sebagai standarisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik.

“Diharapkan pula program ini dapat mengoptimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa tepat sasaran,” terangnya.

Sementara itu, Danang menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPS Kabupaten Sleman yang telah menginisiasi kegiatan ini. Menurutnya, program Desa Cantik ini merupakan sebuah langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini, yaitu pembangunan berbasis data yang akurat dan up to date.

“Melalui program ini, kalurahan memiliki tugas yang cukup penting, yakni mampu mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta kebutuhan masyarakatnya secara mandiri berbasis data,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *