MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional dan menyambut Hari Anak Nasional 2026, Kemantren Mantrijeron menggelar Gebyar Lansia dan PAUD 2026, Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan lanjut usia sekaligus mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui berbagai kegiatan edukatif, promotif, dan pelayanan kepada masyarakat.
Acara tersebut tgmenghadirkan beragam kegiatan mulai dari pentas kreativitas anak PAUD, pemeriksaan kesehatan bagi lansia, donor darah, pelayanan administrasi kependudukan, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), bazar UMKM, hingga kampanye pengelolaan sampah.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan tenaga pendidik PAUD yang telah membimbing anak-anak hingga mampu tampil percaya diri di depan umum.
“PAUD ini adalah generasi kita ke depan. Saya memberikan apresiasi kepada para orang tua dan guru-guru PAUD yang luar biasa. Tidak mudah mendampingi anak-anak agar berani tampil di depan. Tadi justru guru dan orang tuanya yang paling sibuk memberi semangat dari belakang panggung,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya memperkuat pendidikan anak sejak usia dini hingga jenjang sekolah dasar. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah mempermudah proses transisi dari taman kanak-kanak menuju sekolah dasar.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat memberikan sambutan dan membuka acara Gebyar Lansia dan PAUD.

“Nanti kami harapkan bersama PKK dan instansi terkait, proses masuk SD bisa semakin mudah. Orang tua tidak perlu repot mengurus administrasi karena akan dibantu. Anak-anak juga diharapkan dapat bersekolah di SD yang dekat dengan tempat tinggalnya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wawan juga mengapresiasi penampilan peserta lomba PAUD dari tiga kelurahan di Mantrijeron yang dinilai menunjukkan hasil pembinaan yang baik.
“Semuanya tampil luar biasa. Ini hasil kerja keras guru dan orang tua. Kami berharap Mantrijeron bisa menjadi role model dalam pengembangan PAUD sehingga pendidikan dan fasilitas yang diberikan kepada anak-anak semakin baik,” ungkapnya.
Tak hanya menyoroti pendidikan anak, Wawan juga menyampaikan penghormatan kepada para lansia yang memiliki peran penting sebagai penjaga nilai-nilai kehidupan di tengah masyarakat.
“Bapak dan Ibu adalah orang tua kami, guru kehidupan kami, dan penjaga nilai-nilai baik di kampung. Di dalam diri para lansia ada pengalaman, doa, dan teladan yang menjadi pegangan bagi anak cucu. Karena itu tugas kita bersama memastikan para lansia tetap sehat, aktif, bahagia, produktif, dan merasa dihargai,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat membangun kepedulian terhadap anak dan lansia melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. “Sapa lansia di sekitar kita, bantu jika membutuhkan, beri ruang bermain yang aman bagi anak-anak, dampingi mereka menggunakan gawai secara sehat, serta jaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman, dan ramah bagi semua usia,” imbuhnya.

Kegiatan ini diisin dengan Cek Kesehatan Gratis bagi lansia di wilayah Mantrijeron.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Narotama menjelaskan, kegiatan Gebyar Lansia dan PAUD ini sengaja digabung sebagai bentuk efisiensi anggaran sekaligus agar manfaatnya lebih luas.
“Kami gabungkan dua momentum ini supaya lebih ramai dan melibatkan seluruh potensi yang ada di Mantrijeron. Jadi tidak hanya menampilkan potensi lansia dan PAUD, tetapi juga menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Berbagai layanan yang disediakan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia dan masyarakat umum, penerbitan KIA dan akta kelahiran, donor darah bersama PMI, pelayanan administrasi kependudukan secara jemput bola, hingga bazar yang melibatkan 20 pelaku UMKM, Gapoktan, serta Bank Sampah.
Narotama mengatakan, pelayanan jemput bola administrasi kependudukan merupakan salah satu program prioritas Kemantren Mantrijeron.
“Kami ingin mempermudah masyarakat. Pada kegiatan ini juga sudah ada sekitar 20 penerbitan KIA. Untuk UMKM ada 20 peserta, kemudian Gapoktan dan Bank Sampah juga ikut sehingga sekaligus menjadi kampanye pengelolaan sampah kepada masyarakat,” katanya.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Yogyakarta, Siti Hafzah ikut memeriahkan kegiatan tersebut dengan mendonorkan darah.

Selain meningkatkan pelayanan publik, kegiatan tersebut juga menjadi upaya promotif di bidang kesehatan. Narotama menyebut angka hipertensi pada kelompok lansia di wilayah Mantrijeron mencapai hampir 20 persen sehingga pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini penyakit.
“Harapannya masyarakat semakin sehat. Dengan cek kesehatan, warga bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan melakukan upaya pencegahan,” ujarnya.
Selanjutnya, salah satu orang tua dari KB Aisyiyah Jageran, Risang Puspitasari, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak.
“Kegiatan Gebyar Lansia dan PAUD sangat bermanfaat untuk menunjang kreativitas dan bakat anak. Harapannya Kemantren Mantrijeron semakin sering mengadakan kegiatan seperti ini agar anak-anak lebih percaya diri tampil di depan umum,” katanya.

Siti Hafsah saat bergabung dengan wali murid dari KB Aisyiyah Jageran, Mantrijeron.

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap para lansia melalui berbagai kegiatan yang mendorong mereka tetap aktif dan produktif. “Kegiatan lansia di Mantrijeron juga sangat bagus. Ini membuktikan bahwa lansia tidak hanya menghabiskan waktu di rumah, tetapi tetap bisa berkegiatan, berkreasi, dan tetap energik di usia lanjut,” imbuhnya.