Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pengajian Mangayubagyo Jemaah Haji Kota Yogyakarta Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan ungkapan syukur atas kepulangan para jemaah dari Tanah Suci, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial. Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Yogyakarta menyerahkan donasi ta’awun sosial sebesar Rp53 juta untuk mendukung Program Bedah Rumah di Kota Yogyakarta.
Donasi tersebut diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kota Yogyakarta saat acara pengajian yang diselenggarakan di Grha Pandawa Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Minggu (12/7). Hal itu sebagai bentuk gotong royong para jemaah haji untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah haji dalam keadaan sehat serta mendoakan agar seluruh jemaah menjadi haji dan hajah yang mabrur. Ia juga mengajak para jemaah menjadikan pengalaman spiritual selama berhaji sebagai bekal untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pihaknya berharap para jemaah haji dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan memberi teladan melalui perilaku yang baik, jujur, dan peduli kepada sesama.
“Kami berharap setelah pulang dari haji, para jemaah menjadi agen perubahan. Mengajak keluarga, tetangga, dan lingkungan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kalau masyarakatnya sudah baik, tugas pemerintah tentu menjadi lebih ringan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut Hasto juga mengapresiasi kepedulian para jemaah yang kembali mendukung Program Bedah Rumah. Menurutnya, donasi sebesar Rp53 juta tersebut cukup untuk membantu pembangunan hampir tiga rumah warga yang tidak layak huni.
Ia menjelaskan Program Bedah Rumah merupakan gerakan gotong royong masyarakat yang dijalankan tanpa menggunakan APBD maupun APBN sehingga mampu menjangkau rumah-rumah yang tidak dapat memperoleh bantuan pemerintah, seperti rumah yang berdiri di atas lahan tanpa sertifikat.
“Satu rumah membutuhkan sekitar Rp20 juta. Donasi Rp53 juta ini sudah bisa membantu hampir tiga rumah. Mudah-mudahan masih ada yang ikut menambah sehingga bisa menjadi tiga rumah penuh. Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini langsung dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Hasto mengungkapkan hingga pertengahan tahun 2026, gerakan Bedah Rumah telah memperbaiki 84 rumah warga. Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan sebanyak 200 rumah dapat dibedah sepanjang tahun ini melalui kolaborasi berbagai pihak dan semangat gotong royong masyarakat.
“Banyak rumah warga yang tidak bisa dibantu melalui APBD karena terkendala status tanah. Karena itu kami membangun gerakan bedah rumah tanpa APBD dan tanpa APBN. Sampai hari ini sudah 84 rumah yang dibedah dan target kami tahun ini mencapai 200 rumah melalui gotong royong,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IPHI Kota Yogyakarta, Sisruwadi, mengatakan dana ta’awun sosial sebesar Rp53 juta berasal dari jemaah haji Kloter 6 dan Kloter 26 Tahun 2026 sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini terkumpul dana ta’awun sosial untuk Program Bedah Rumah sebesar Rp53 juta. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi seluruh jemaah haji dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Sisruwadi.
Ia juga mengajak seluruh jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci untuk bergabung dalam kegiatan IPHI Kota Yogyakarta agar semangat dan nilai-nilai kemabruran haji terus terpelihara melalui kegiatan keagamaan, silaturahmi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap Bapak Ibu dapat bergabung bersama IPHI Kota Yogyakarta. Kemabruran haji perlu terus dijaga melalui pengajian rutin, mempererat ukhuwah Islamiyah, saling mendoakan, dan terus menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.



