Danurejan,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta turut ambil peran dalam mendukung kelancaran pemberangkatan jamaah haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 1447 H/2026 M, khususnya dalam penyediaan transportasi dari titik keberangkatan hingga menuju embarkasi di Yogyakarta International Airport (YIA).
Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono usai menghadiri acara Pamitan Jamaah Haji DIY di Bangsal Kepatihan, Rabu (15/4).
“Kan ini embarkasi pertama di YIA. Kita di masing-masing kabupaten/kota itu punya peran masing-masing, ikut memfasilitasi keberangkatan dari titik di kota sampai ke YIA,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, skema pelayanan tahun ini berbeda karena embarkasi YIA belum dilengkapi fasilitas pemondokan haji seperti di embarkasi lain. Sebagai gantinya, jamaah akan menginap di hotel sebelum keberangkatan, sehingga membutuhkan dukungan mobilitas tambahan.
“Nanti jamaah menginapnya di hotel-hotel, sehingga butuh angkutan dari hotel ke bandara. Kita sudah berbagi peran antara YIA, Pemda DIY, kota, dan kabupaten. Pemkot ikut memfasilitasi kendaraan untuk mengangkut jamaah dari titik lokasi ke penginapan, lalu ke bandara,” jelasnya.
Menurutnya, meskipun jarak hotel dengan bandara relatif dekat, transportasi tetap menjadi kebutuhan penting untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran jamaah.

Pj Sekda Kota Yogya, Dedi Budiono turut hadir pada acara pamitan calon jamaah haji DIY
Selain dukungan teknis, Pemkot Yogyakarta juga berharap para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Dedi menambahkan, pendamping haji dari masing-masing daerah telah disiapkan untuk membantu jamaah, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga kebutuhan nonteknis.
“Pendamping ini membantu dari sisi kesehatan, konsumsi, sampai hal-hal kecil seperti barang bawaan. Harapannya mereka benar-benar mendampingi jamaah dan selalu berkoordinasi dalam rombongan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa musim haji tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya penyelenggaraan haji ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
“Ini menjadi babak baru dalam tata kelola pelayanan haji nasional yang kita harapkan semakin profesional, tertata, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa jamaah haji DIY menjadi yang pertama diberangkatkan melalui embarkasi YIA dengan konsep hotel haji, sebuah inovasi baru di Indonesia yang diharapkan meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jamaah.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyerahkan pataka kepada salah satu calon jamaah haji
Paku Alam X turut berpesan kepada seluruh jamaah agar menjaga kesehatan, kebersamaan, serta menaati arahan petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, keselamatan, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” tuturnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY, Jauhar Musthofa melaporkan bahwa jumlah jamaah haji DIY tahun ini mencapai 3.830 orang, termasuk tambahan kuota 601 jamaah dari alokasi awal.
“Jumlah tersebut termasuk kuota prioritas lansia sebanyak 187 jamaah, serta didampingi 62 petugas kloter,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jamaah DIY terbagi dalam 11 kloter, dengan mayoritas masuk gelombang pertama yang akan mendarat di Madinah. Seluruh jamaah akan diberangkatkan melalui embarkasi baru di YIA yang menjadi satu-satunya embarkasi berbasis hotel di Indonesia.


