Beranda / Daerah / Tinjau Jembatan Nglinggan, Bupati Kulon Progo Pastikan Jalur Wisata Trisik Aman Dilalui

Tinjau Jembatan Nglinggan, Bupati Kulon Progo Pastikan Jalur Wisata Trisik Aman Dilalui

Image Berita

KULON PROGO,REDAKSI17.COM — Jembatan Nglinggan di Banaran, Galur, Kulon Progo, kini telah selesai dibangun kembali dan sudah beroperasi. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, bersama Wakil Bupati Ambar Purwoko dan jajaran Forkopimda Kulon Progo meninjau langsung kondisi terkini jembatan tersebut pada Kamis (20/8/2026).

 

Peninjauan ini didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, serta Inspektur Daerah. Jembatan yang menjadi akses utama menuju objek wisata Pantai Trisik ini sebelumnya sempat amblas pada 2024 akibat struktur bawahnya tergerus arus sungai.

 

Di lokasi peninjauan, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan bahwa jembatan yang sempat rusak kini telah diganti dengan konstruksi baru tanpa tiang penyangga di tengah sungai.

 

“Forkopimda, Pak Wabup, Pak Kapolres, Pak Komandan Kodim, dan juga Ibu Kajari mengelilingi daerah Trisik dan melihat jembatan baru, ini Jembatan Linggan. Bisa kita lihat yang tadinya patah, setelah patah sekarang sudah diganti, tidak ada tiang penyangga sama sekali di bawahnya, jadi sungainya terbebas dari penghalang,” ujarnya.

 

“Perbaikan jembatan dikerjakan sekitar 8 bulan, dan kini sudah bisa diakses oleh masyarakat di Pantai Trisik, maupun wisatawan yang hendak ke Pantai Trisik,” imbuh Agung Setyawan.

 

Selesainya pembangunan ini turut mendapat tanggapan dari Kepala Dusun Sidorejo, Jaka Samudra, yang mengapresiasi perbaikan akses transportasi dan ekonomi warga setempat.

 

 

“Saya mewakili warga masyarakat, khususnya masyarakat Trisik, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membangun Jembatan Nglinggan ini. Dan alhamdulillah semua sudah jadi, untuk ekonominya lancar, untuk wisatanya lancar, dan semuanya lancar. Untuk tambahannya, karena dari Jembatan Nglinggan sampai pantai itu belum, aspalnya belum jadi dilebarkan, kalau bisa nanti untuk tahun berikutnya untuk sampai ke Pantai Trisik,” ujar Jaka Samudra.

 

Secara teknis, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerapkan perubahan desain pada bangunan baru Jembatan Nglinggan. Jembatan ini menggunakan sistem gelagar pracetak tanpa pilar di tengah sungai. Seluruh beban struktur dialihkan ke tiang penyangga (abutment) di kedua sisi sungai untuk mencegah risiko kerusakan akibat gerusan air dan penumpukan sampah.

 

Jembatan baru ini memiliki panjang 45,4 meter dan lebar total 9 meter. Lebar badan jalan kendaraan dibuat menjadi 6 meter sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat dari dua arah secara bersamaan. Selain itu, trotoar pejalan kaki juga dibangun di kedua sisi jembatan.

 

 

Proyek ini juga mencakup pelebaran jalan dari Jembatan Kabanaran hingga Jembatan Nglinggan menjadi standar 5,5 meter. Struktur jalan diperkuat menggunakan Lapis Pondasi Agregat serta bahu jalan beton.

 

Pembangunan yang dimulai sejak November 2025 ini didanai melalui APBN lewat program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran sebesar Rp13,778 miliar. Pengerjaan dilakukan oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

 

Proyek dilaksanakan oleh kontraktor CV Ramadhany Kukuh Sejahtera bersama konsultan supervisi PT Adhy Duta Prima KSO PT Aksie Super Powers, dengan pengawasan dari DPUPKP Kabupaten Kulon Progo.

 

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *