Sleman,REDAKSI17.COM – Dua puluh dua tahun yang lampau, lahirlah sebuah yayasan yang merangkul puluhan pengusaha. Lahir dari sebuah keprihatinan sederhana terhadap pelajar dan mahasiswa dari daerah yang dilanda bencana, Yayasan Persaudaraan Masyarakat Jogja (YPMJ) diharapkan terus memelihara tradisi kepedulian tersebut.
Hal ini diungkapkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Pelantikan Pengurus YPMJ Masa Bakti 2026-2030 di Hotel Royal Ambarrukmo pada Senin (28/09). Dikatakan Sri Sultan YPMJ harus terus menjalankan laku hidup yang oleh leluhur disebut sebagai migunani tumrap liyan, berguna bagi orang lain.
“Ada satu ajaran hidup yang senantiasa saya pegang. Bahwa, hakikat keberadaan seseorang di dunia ini, diukur bukan dari seberapa besar yang ia kumpulkan bagi dirinya, melainkan seberapa banyak yang ia berikan bagi sesamanya. Prinsip itulah yang saya saksikan hidup dalam perjalanan YPMJ,” ungkap Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, perjalanan YPMJ selama ini telah menjadi bukti nyata bahwa kasih, ketika dirawat dengan kesungguhan, akan tumbuh menjadi rumpun yang menaungi lebih banyak orang dari yang pernah dibayangkan pada mulanya. Karenanya, YPMJ harus meneruskan semangat ini dengan kegesitan zaman, namun jangan pernah kehilangan jiwa aslinya.
“Yayasan ini ada bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menjadi jembatan antara mereka yang berkecukupan dan mereka yang membutuhkan uluran tangan. Kepada para pengurus terdahulu yang telah mengabdikan waktu, pikiran, dan hatinya, saya sampaikan penghormatan yang setulus-tulusnya. Dan kepada para pengurus yang menerima estafet, regenerasi bukanlah pemutusan dari akar, melainkan pertumbuhan cabang baru dari pohon yang sama,” paparnya.
Sri Sultan berharap YPMJ di bawah kepengurusan baru ini, semakin luas jangkauannya, semakin lincah menjawab tantangan zaman, namun tetap teguh berpijak pada nilai yang menjadi fondasi kepedulian yang tulus. “Semoga Tuhan Yang Kuasa senantiasa membimbing langkah dan melapangkan jalan pengabdian ini,” kata Sri Sultan.
Sementara itu, Ketua Umum YPMJ Masa Bakti 2026-2030, Antonius Simon mengatakan, YPMJ terbentuk sejak peristiwa bencana tsunami Aceh pada 2004 lalu. Beranggotakan 68 orang, yayasan ini ingin berbuat lebih untuk membantu yang membutuhkan. Mendapat masukan dari Sri Sultan, YPMJ pun berfokus membantu para mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak bencana.
“Saat itu, kami berhasil menghimpun bantuan untuk diberikan pada mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Banyak dari mereka harus kehilangan orang tua akibat bencana, lalu kami memberikan bantuan biaya hidup selama lima tahun waktu itu,” ungkapnya.
Peran bantuan YPMJ pun berlanjut hingga ke berbagai bencana lainnya. Apalagi Yogyakarta sendiri sempat mengalami bencana gempa di 2006 dan erupsi Gunung Merapi di 2010. “Kami berharap bisa dapat terus berbagi dengan yang membutuhkan, dan Sri Sultan bersedia terus membimbing kami demi keberlangsungan yayasan ini,” imbuhnya.
HUMAS DIY





