Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, secara resmi membuka kegiatan Desa Bahagia dalam rangka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Yogyakarta Tahun 2026 di Wisma Sargede Selasa (4/8/2026).
Dalam arahannya Budi menegaskan bahwa menjadi calon Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar. Para peserta yang merupakan putra-putri terbaik Kota Yogyakarta yang telah melalui proses seleksi secara ketat dan kompetitif.
“Oleh karena itu, seluruh rangkaian pendidikan dan pembinaan selama berada di Desa Bahagia harus dimanfaatkan sebagai proses pembentukan diri agar mampu menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan berintegritas,” tandasnya.
Ia menjelaskan, pelatihan yang dijalani para calon Paskibraka tidak hanya berorientasi pada kemampuan baris-berbaris maupun tata cara pengibaran dan penurunan bendera. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, patriotisme, serta kecintaan terhadap Tanah Air.
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang berlangsung sangat cepat, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, tidak mudah goyah, tangguh secara mental, serta mampu menjaga persatuan dalam keberagaman bangsa.
Budi menuturkan bahwa melalui pendidikan di Desa Bahagia, para calon Paskibraka dipersiapkan menjadi kader-kader pemimpin masa depan yang memiliki integritas tinggi, disiplin, dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
“Nilai-nilai perjuangan, tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat pengabdian yang diperoleh selama mengikuti pelatihan diharapkan menjadi bekal berharga dalam kehidupan bermasyarakat maupun ketika kelak mengemban berbagai peran kepemimpinan,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para peserta secara pribadi, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, Kota Yogyakarta, hingga Indonesia di masa mendatang.
Selain itu, lanjutnya, selama menjalani kehidupan di asrama, para calon Paskibraka akan belajar hidup bersama dalam satu angkatan dengan para pembina dan pelatih.
“Situasi ini menjadi media pembelajaran untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, bekerja sama, serta membangun solidaritas dan semangat gotong royong,” katanya.
Menurut Budi, setelah menyelesaikan masa pendidikan di Desa Bahagia, seluruh calon Paskibraka diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih dewasa, mandiri, mampu bekerja dalam tim, memiliki kecerdasan sosial, serta menjadi agent of change yang membawa pengaruh positif bagi masyarakat.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan penuh semangat dan kebahagiaan karena pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta, Lukman Hidayat, menjelaskan bahwa karantina di Asrama Sargede berlangsung mulai tanggal 4–19 Agustus 2026.
“Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri atas 19 putra dan 19 putri. Tahapan ini sebagai persiapan akhir sebelum bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Yogyakarta,” jelasnya.



