Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Mataram Culture Fest 2026 hadir sebagai festival budaya yang mengangkat kembali jejak kejayaan Kerajaan Mataram Islam melalui beragam pertunjukan seni, pameran budaya, edukasi sejarah, serta sajian kuliner tradisional. Selama dua hari penyelenggaraan, masyarakat dapat menikmati berbagai atraksi budaya sekaligus mengenal lebih dekat warisan sejarah dan budaya Kabupaten Bantul.
Festival ini menampilkan beragam pertunjukan, di antaranya Tari Sang Kesatria Mataram, Acapella Mataraman, Jathilan Diponegaran, Reyog Wayang, Bantul Chamber Orkestra, serta hiburan musik dari Fanatik Cidro, Looksita, Ngatmombilung, Mas Sabrang, dan Kiakanjeng. Selain itu, pengunjung dapat mengunjungi stan edukasi yang memperkenalkan keris (tosan aji), busana adat Jawa, jemparingan, pranatacara, serta berbagai kuliner khas Bantul.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul dengan dukungan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival juga melibatkan berbagai komunitas seni, sanggar budaya, pelaku UMKM, musisi, serta masyarakat sebagai peserta maupun pengunjung. Melalui kolaborasi tersebut, Mataram Culture Fest menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bantul kepada masyarakat luas.
Mataram Culture Fest 2026 berlangsung pada 1–2 Agustus 2026 di Kompleks Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada hari pertama, kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan Bantul Creative Expo yang dilanjutkan berbagai pertunjukan budaya hingga malam hari. Sementara itu, rangkaian acara pada hari kedua dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
Pemilihan Kompleks Stadion Sultan Agung sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai tepat karena mampu menampung berbagai kegiatan budaya, pameran, dan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.
Festival ini diselenggarakan untuk mengangkat kembali kejayaan sejarah Kerajaan Mataram Islam, khususnya jejak Keraton Kerta di Pleret yang pernah menjadi pusat pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan, memperkuat identitas Kabupaten Bantul sebagai Bumi Kesatria, serta meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, Mataram Culture Fest 2026 juga diharapkan mampu mendukung promosi pariwisata daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.
Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati perpaduan unsur edukasi, hiburan, dan pelestarian budaya. Berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern, stan edukasi budaya, interaksi dengan komunitas budaya, hingga aneka kuliner khas daerah seperti mides, apem beras, kipo, dan kembang waru menjadi daya tarik utama acara ini.
Melalui konsep tersebut, Mataram Culture Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Festival ini diharapkan mampu memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya Mataram sekaligus meneguhkan Bantul sebagai daerah yang kaya akan nilai sejarah, seni, dan tradisi.




