KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan bersama puskesmas di wilayah mulai Agustus ini melaksanakan imunisasi Human papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki. Imunisasi HPV pada anak laki-laki itu dilaksanakan bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) selama Agustus 2026. Pemberian vaksin HPV tidak hanya untuk mencegah kanker serviks pada perempuan tapi juga penyakit kanker lainnya pada laki-laki.

Salah satu kegiatan imunisasi HPV kepada anak laki-laki dilakukan saat giat BIAS di SD Intis School Yogyakarta di Kotagede pada Selasa (4/8/2026). Imunisasi HPV juga diberikan kepada anak-anak perempuan yang sudah menjadi program pemerintah di Kota Yogyakarta sejak tahun 2022. Selain HPV, dalam kegiatan BIAS ada imunisasi Measles-Rubella (MR) atau campak rubella untuk kelas 1 SD dan tetanus difteri (Td) untuk kelas 2 SD.

Kepala Puskesmas Kotagede II dr Atika Anggiasih menyebut vaksin HPV yang diberikan untuk anak laki-laki dan perempuan usia 11 tahun atau kelas 5 SD dengan jumlah satu dosis. Jika pada kelas 5 SD belum mendapat, maka ada imunisasi HPV kejar di kelas 6 SD  atau usia 12 tahun dan di usia SMP, 14 tahun-15 tahun. Menurutnya sejauh ini tidak ada efek samping dari imunisasi HPV. Namun tetap diwaspadai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang ringan seperti demam dan bengkak pada area yang disuntik.

Vaksin HPV dipastikan aman seperti tidak kedaluwarsa sebelum disuntikan untuk imunisasi kepada anak-anak yang menjadi sasaran.

“Sejauh ini untuk efek samping dari HPV tidak ada. Cuma kita tetap waspada untuk KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, karena mungkin respon imun tubuh anak-anak juga berbeda tiap orangnya. KIPI pada umumnya itu demam dan bengkak di tempat penyuntikan. Bisa diberi obat penurun demam dan dikompres,” kata dr Atika ditemui di sela imunisasi HPV giat BIAS di SD Intis School Yogyakarta.

Dia menjelaskan selama ini HPV dikenal menyebabkan kanker serviks atau leher rahim pada perempuan. Padahal virus tersebut juga juga menyebabkan  beberapa jenis kanker yang lain seperti kanker anus atau orofaring yang juga bisa menyerang pada laki-laki. Beberapa tipe dari HPV  bisa menyebabkan kutil kelamin atau kondiloma akuminata juga menyerang laki-laki, bukan hanya perempuan.

“Imunisasi HPV pada anak laki-laki sangat penting. Karena yang menyebabkan kanker serviks itu sudah diteliti memang HPV. Nah, pada laki-laki itu juga bisa sebagai carrier atau pembawa virus HPV-nya, sehingga bisa juga menyebabkan kanker serviks pada perempuan,” terangnya.

Vaksin HPV disuntikan kepada lengan anak-anak yang menjadi sasaran imunisasi dalam giat BIAS 2026 di Kota Yogyakarta.

Pihaknya mengajak masyarakat tidak ragu mengikutsertakan anaknya program imunisasi HPV dari pemerintah untuk mencegah terkena penyakit kanker. Efek samping KIPI ringan dan jauh lebih besar manfaatnya untuk mencegah kanker. Dalam program imunisasi HPV ditanggung pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu membayar vaksin.

“Untuk ke masyarakat khususnya orang tua jangan ragu untuk bisa mengizinkan anaknya diimunisasi HPV. Baik laki-laki maupun perempuan, karena memang manfaatnya sangat penting untuk anak-anak ke depan,” tambah dr Atika.

Sementara itu Kepala SD Intis School Mohammad Muadin menyambut baik kegiatan BIAS yang salah satunya imunisasi HPV. Terutama imunisasi HPV untuk anak laki-laki yang baru diberikan dalam BIAS tahun ini. Dia menyatakan sekolah sudah menyosialisasikan kegiatan BIAS itu kepada orang tua murid melalui surat pemberitahuan dan orang tua menyetujui.

“Iya, kami sangat mengapresiasi adanya ini (imunisasi) karena sangat penting untuk anak-anak ke depannya untuk mencegah penyakit-penyakit yang mungkin timbul dan sangat berisiko. Responnya anak-anak ada sebagian yang oke, ada yang takut, itu biasa. Tapi secara prinsip semuanya siap untuk mengikuti imunisasi,” ucap Adin.(