
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam menangani kemiskinan ekstrem melalui langkah nyata. Baru-baru ini, Bupati Gunungkidul bersama jajaran perangkat desa melakukan peninjauan langsung ke kediaman Sriani, seorang warga yang menjadi tulang punggung keluarga dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Selama delapan tahun terakhir, Sriani dengan penuh kesabaran merawat ayahnya yang mengalami lumpuh total. Selain ayahnya yang tidak berdaya, ia juga harus mengurus ibunya yang sudah lanjut usia (lansia). Di tengah tanggung jawab berat tersebut, mereka harus tinggal di sebuah rumah yang bukan milik pribadi dengan kondisi yang sangat tidak layak huni.
Bupati mengungkapkan bahwa setelah berkeliling dan memeriksa langsung, kondisi rumah tersebut sudah dipenuhi lubang di berbagai sudut dan membahayakan keselamatan penghuninya.
“Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, pemerintah daerah menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk melakukan relokasi dan pembangunan rumah baru.” ujar Bupati Endah.
Langkah ini dapat terlaksana berkat mediasi dari Pak Lurah, Pak Dukuh, dan Pak RT yang berhasil menjembatani proses administrasi tanah milik ibunda Sriani agar dapat dibangun menjadi hunian yang layak.
“Alternatif yang paling bijaksana adalah membangunkan rumah di atas tanah milik ibu yang sudah diselesaikan bersama putrinya,” ujar Bupati saat meninjau lokasi di Girijati, Kapanewon Purwosari, Senin, 1 Juni 2026.
Pembangunan ini diharapkan dapat menciptakan kondisi lingkungan yang lebih sehat sehingga membantu proses perawatan sang Ayah dan Ibu. Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS yang konsisten membantu menyelesaikan problem kemiskinan ekstrem dan masalah kesehatan warga. Bupati juga mengeluarkan himbauan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang memiliki kelebihan harta untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.
“Zakat ini tidak hanya untuk bedah rumah, tapi juga untuk membantu saudara kita yang sakit, yang tidak bisa berobat, hingga biaya cuci darah. BAZNAS berjuang untuk kemaslahatan umat,” tegas Bupati.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut saat Bupati memberikan dukungan moral kepada Mbak Sriani agar tetap kuat dalam berbakti kepada orang tuanya. Bupati menyampaikan bahwa jabatan yang ia emban harus memberikan manfaat nyata bagi banyak orang.
“Menjadi bupati jika hanya punya uang saja tidak akan ada manfaatnya saat meninggal nanti. Namun dengan jabatan ini, saya bisa membantu banyak orang salah satunya bersama BAZNAS,” ungkapnya.
Rencana pembangunan rumah relokasi ini akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat untuk memberikan martabat dan kenyamanan bagi keluarga Mbak Sriani.


